LSP Universitas Muhammadiyah Makassar Hadiri Musyawarah Nasional III PLSP-PTMA di Sidoarjo

Sidoarjo, 22 Juli 2026 – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Makassar turut berpartisipasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) III Perkumpulan Lembaga Sertifikasi Profesi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PLSP-PTMA) yang diselenggarakan di Luminor Hotel Sidoarjo, Jawa Timur, pada tanggal 22–25 Juli 2026. Kegiatan ini diselenggarakan dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) sebagai tuan rumah dan menjadi forum strategis bagi penguatan tata kelola, kolaborasi, serta pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA).

Musyawarah Nasional III PLSP-PTMA dihadiri oleh pengurus dan perwakilan LSP dari berbagai PTMA di Indonesia. Dalam laporannya, Ketua Pelaksana, Dr. Ida Rindaningsih, M.Pd., menyampaikan bahwa peserta kegiatan terdiri atas 15 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terlisensi serta 14 calon LSP dan PTMA yang sedang merintis pendirian lembaga sertifikasi profesi. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin kuatnya komitmen PTMA dalam membangun ekosistem sertifikasi kompetensi yang berkualitas dan berdaya saing.

Keikutsertaan LSP Universitas Muhammadiyah Makassar pada forum nasional ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendukung peningkatan mutu lulusan melalui penguatan sistem sertifikasi kompetensi. Selain menjadi ajang musyawarah organisasi, Munas III PLSP-PTMA juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi praktik baik (best practices), penyusunan program kerja organisasi, penguatan jejaring antarlembaga, serta pembahasan berbagai strategi pengembangan LSP yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan perkembangan pasar kerja nasional.

Ketua LSP Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Nasrun Syahrir, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan tinggi saat ini. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membuktikan kompetensinya melalui pengakuan yang diakui secara nasional.

"Sertifikasi kompetensi merupakan salah satu senjata mahasiswa untuk memperkuat portofolionya ketika lulus dan berhadapan dengan dunia usaha maupun dunia industri," ujar Dr. Nasrun Syahrir.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keberadaan LSP di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, serta memiliki daya saing tinggi. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan melalui skema sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi nilai tambah bagi lulusan dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier profesionalnya.

Melalui keikutsertaan dalam Musyawarah Nasional III PLSP-PTMA ini, LSP Universitas Muhammadiyah Makassar berharap dapat memperkuat sinergi dengan seluruh LSP PTMA di Indonesia, sekaligus mengadopsi berbagai inovasi dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi. Hasil-hasil musyawarah diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas tata kelola LSP, memperluas implementasi skema sertifikasi, serta memperkuat kontribusi PTMA dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era transformasi industri dan ekonomi berbasis kompetensi.

Partisipasi aktif LSP Universitas Muhammadiyah Makassar pada forum nasional ini sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam mendukung kebijakan peningkatan kualitas lulusan melalui sistem sertifikasi profesi yang kredibel, akuntabel, dan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dan memperkuat daya saing lulusan Universitas Muhammadiyah Makassar di tingkat nasional maupun global.